AHLAN WA SAHLAN DI WEB RESMI PONDOK PESANTREN AL-WARIDIN PAGOTAN-GEGER-MADIUN

widgeo.net




SEJARAH SINGKAT PONPES AL-WARIDIN




Pondok Pesantren Al-Waridin berdiri pada tahun ±1763 yang diprakarsai oleh Alm. Kyai Al Waridin dan dibantu oleh Mbah Tondo serta Mbah Usman Ali. Alm Kyai Al Waridin bergerak pada bidang keagamaan, sedangkan Mbah Tondo dan Mbah Usman Ali bergerak pada bidang sosial/umum. Jadi nama pondok tersebut diambilkan langsung dari nama pendirinya, yaitu Kyai Waridin. Ketika Kyai Waridin meninggal dunia, perjuangannya  dilanjutkan oleh kyai Ahmad Asro. Pada awal berdirinya, Masjid merupakan satu-satunya tempat penimbaan ilmu kemudian   datanglah beberapa orang santri yang ingin menimba ilmu pengetahuan Agama Islam, semakin hari semakin banyak santri yang berdatangan sehingga timbul inisiatif untuk mendirikan pondok di sekitar masjid.

Menurut data yang diperoleh,  Pondok Pesantren Al Waridin adalah salah satu pondok yang tertua yang ada diwilayah kota Madiun yang masih eksis menyelenggarakan pendidikan sampai sekarang. Jumlah santri yang di asuh pada saat K.H. Musta’in berjumlah
±200 orang. Sedangkan kondisi fisik Bangunan pada saat itu masih sangat sederhana, dan hanya terdapat 12 kamar.

Demikian perkembangan pendidikan kurang berjalan dengan lancar, dikarenakan pengaruh situasi pada saat itu. Bahkan pada tahun 1986 sempat mengalami stagnasi (yang pada saat itu diasuh oleh K.H Musta’in) yakni masa yang suram, karena pada saat itu pendidikan seakan-akan berhenti, hal tersebut terjadi dikarenakan meninggalnya pengasuh pondok pesantren (K.H Musta’in) sementara kader pengganti belum disiapkan. Dan setelah itu dilanjutkan oleh K.H Moh Hasyim sehingga pelaksanaan pendidikan kembali berjalan. Ajaran utama yang diterapkan di pondok pesantren Al Waridin dalam upaya membentuk manusia yang berilmu, beramal dan bertaqwa harus dijiwai oleh suasana keikhlasan. Sepi ing pamrih (tidak karena didorong oleh keinginan memperoleh keinginan-keinginan tertentu) semata-semata karena untuk ibadah. Hal ini meliputi segenap suasana kehidupan pondok pesantren Al-Waridin, Kyai ikhlas dalam mengajar, para santri ikhlas dalam menuntut ilmu. Segala gerak-gerik dalam pondok pesantren berjalan dalam suasana keikhlasan yang mendalam.


Dengan demikian terdapatlah suasana hidup yang harmonis antara Kyai yang disegani dan santri yang taat dan penuh cinta kasih serta hormat dengan segala keikhlasan.
Setelah meninggalnya K.H Moh. Hasyim,  kepemimpinan pondok beralih ke K.H Ibnu Hajar Asyahudi. Selama kepemimpinan Romo K.H Ibnu Hajar diadakan pembangunan madrasah diniyah dan perehaban pondok putri. Perehaban ini dilakukan karena semakin banyaknya santri putri setiap tahunnya.

Ponpes Al-Waridin yang relatif sangat bersahabat dengan masyarakat setempat menjadikan pondok ini sebagai tempat untuk proses menimba ilmu agama. Tak segan-segan putra-putri penduduk pagotan ikut menimba ilmu agama di pondok ini. Dengan jumlah santri ±60 orang yang berasal dari berbagai daerah baik dari luar maupun dari tanah jawa sendiri, sehingga membuat pondok ini dikenal dimana-mana.



1 komentar: